Thursday, 12 February 2009

Paket Stimulus Obama Tak Cukup Menahan Krisis




Kamis, 12 Februari 2009 | 15:38 WIB

WASHINGTON,KAMIS-Rencana stimulus yang didesain oleh Presiden Barack Obama dinilai tidak cukup untuk menghindari penurunan perekonomian terbesar di AS sejak 1946. Itu seiring dengan pengeluaran konsumen yang telah membukukan kemerosotan yang paling besar dari yang pernah ada.

Perekonomian Negeri Paman Sam ini akan menyusut sebesar 2% tahun ini. Angka ini mencuat dari perkiraan 50 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Meski Obama bertujuan untuk menciptakan 3,5 juta lapangan pekerjaan dengan rencana stimulus ini, namun para ekonom melihat tingkat pengangguran akan semakin membengkak menjadi 8% pada tahun depan.

Prediksi tersebut menggarisbawahi pentingnya upaya penyelamatan untuk sistem finansial akan membuka keran pasar kredit untuk mendorong bisnis dan pengeluaran konsumen. Kemerosotan perekonomian yang berkepanjangan berarti The Fed akan tetap menjaga suku bunganya berada di bawah 1% hingga dua tahun ke depan.

"Tanpa adanya stimulus, saya rasa kita akan membukukan rapor negatif untuk semua kuartal di tahun lantaran penurunan akan semakin terjadi di semua sektor," tukas Nigel Gault, Chief U.S. Economist untuk IHS Global Insight Inc. di Lexington, Massachusetts.

Ekonom memasukkan hitungan stimulus sebesar US$ 800 miliar untuk menyusun prediksi. Nah, prediksi tersebut telah dikumpulkan sebelum para pemangku kebijakan di House maupun Senate akhirnya menyetujui pengucuran US$ 789 miliar; termasuk di dalamnya potongan pajak dan pengeluaran pemerintah.

Untuk catatan, GDP AS akan terjungkal sebesar 5% dalam tiga bulan pertama tahun ini, dengan penyusutan sebesar 1,7% dari April hingga bulan Juni. Angka ini membengkak dua kali lebih besar dibandingkan hitungan semula. Diprediksi, perekonomian akan menggelinding sebesar 1,9% tahun 2010, dan menggemuk menjadi 2,9% tahun 2011.(Femi Adi Soempeno/Bloomberg)

0 comments: