Thursday, 5 February 2009

Raik Krisis Global terhadap Ekonomi Indonesia jauh Lebih Dahsyat

Jumat, 10 Oktober 2008 | 13:27 WIB

JAKARTA, JUMAT - Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat dinilai justru akan mendatangkan krisis yang lebih dahsyat di Indonesia, dibandingkan di negara asalnya. Pasalnya, gejala yang terjadi saat ini menunjukkan indikasi tersebut.

Ekonom INDEF Iman Sugema mengatakan, salah satu indikasinya adalah laju penurunan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang jauh lebih besar dibandingkan laju penurunan di Dow Jones AS.

"Laju penurunan di BEI sekarang jauh lebih besar dibandingkan laju penurunan di AS sekalipun. Indonesia 47,1 persen saham terkoreksi dari nilai saham tertinggi. Dow Jones hanya 30 persen. Thailand waktu itu (krisis 1997-1998) depresiasinya hanya sekitar 30 persen, Indonesia 70 persen," kata Iman dalam diskusi di Gedung DPR, Jumat (10/10).

Indikasi lainnya, suspensi yang dilakukan di BEI selama tiga hari ini, menurutnya langkah yang tak dilakukan AS sebagai negara yang menjadi sumber krisis. "Di Indonesia, krisis ini lebih dahsyat dibanding AS sendiri dan Eropa. Oleh karena itu, harap perhatikan hal-hal seperti ini jangan dianggap enteng," ujar dia.

Pemicu krisis tahun 1997-1998 juga dikatakan Iman sama dengan pemicu krisis yang terjadi pada tahun ini, yaitu faktor eksternal. Krisis keuangan global bermula dari AS. Kredit perumahan di negeri itu macet dan membuat banyak firma keuangan bangkrut seperti Lehman Brothers dan Washington Mutual.

Inggried Dwi Wedhaswary

My Comment:

Yups, setujua banget nih. Siap sih yang bisa memperkirakan datangnya air bah? awalnya memang gak ada rasa, tapi kalo mau jujur, sebenarnya kan kita semua harus siap sedia nih, sebelum badainya datang. lah kan negara-negara tetangga aja yang pondasinya kuat gak kuat menahan badai, apalagi negara kita yang carut-marut begini. Siapa yang berani memperkirakan tingginya air pasang, nah tapi cukuplah kita berkaca pada masa lalu yang kelam. gak gampang melewati semua itu, meski saat itu tidak a kiris masal, lah sendirian kena krisis aja babak belur, apalagi krisisnya rame-rame.
Jadi mending jangan pada kasih angin segar dulu deh, sebelum ketahuan bener pondasi ekonomi kita memang tangguh, sebelum ketahuan krisis itu memang tidak akan menerjang kita semua.

0 comments: